•  
  • AKADEMI PERAWAT DARMO MEDAN
Jumat, 24 April 2015 - 01:37:21 WIB
Pneumonia / Bronkopneumonia
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Keperawatan - Dibaca: 4679 kali

DEFINISI PNEUMONIA

Pneumonia merupakan peradangan akut parenkim paru yang biasanya berasal dari suatu infeksi. (Price, 1995)

Pneumonia adalah peradangan yang mengenai parenkim paru, distal dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, alveoli, serta menimbulkan konsolidasi jaringan paru dan menimbulkan gangguan pertukaran gas setempat. (Zul, 2001)

Bronkopneumonia digunakan untuk menggambarkan pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi didalam bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. Pada bronkopneumonia terjadi konsolidasi area berbercak. (Smeltzer,2001).

 

KLASIFIKASI PNEUMONIA

Klasifikasi menurut Zul Dahlan (2001) :

1.    Berdasarkan ciri radiologis dan gejala klinis, dibagi atas :

1.    Pneumonia tipikal, bercirikan tanda-tanda pneumonia lobaris dengan opasitas lobus atau lobularis.

2.    Pneumonia atipikal, ditandai gangguan respirasi yang meningkat lambat dengan gambaran infiltrat paru bilateral yang difus.

2.    Berdasarkan faktor lingkungan :

1.    Pneumonia komunitas

2.    Pneumonia nosokomial

3.    Pneumonia rekurens

4.    Pneumonia aspirasi

5.    Pneumonia pada gangguan imun

6.    Pneumonia hipostatik

3.    Berdasarkan sindrom klinis :

1.    Pneumonia bakterial berupa : pneumonia bakterial tipe tipikal yang terutama mengenai parenkim paru dalam bentuk bronkopneumonia dan pneumonia lobar serta pneumonia bakterial tipe campuran atipikal yaitu perjalanan penyakit ringan dan jarang disertai konsolidasi paru.

2.    Pneumonia non bakterial, dikenal pneumonia atipikal yang disebabkan Mycoplasma, Chlamydia pneumoniae atau Legionella.

Klasifikasi berdasarkan Reeves (2001) :

1.    Community Acquired Pneunomia dimulai sebagai penyakit pernafasan umum dan bisa berkembang menjadi pneumonia. Pneumonia Streptococal merupakan organisme penyebab umum. Tipe pneumonia ini biasanya menimpa kalangan anak-anak atau kalangan orang tua.

2.    Hospital Acquired Pneumonia dikenal sebagai pneumonia nosokomial. Organisme seperti ini aeruginisa pseudomonas. Klibseilla atau aureus stapilococcus, merupakan bakteri umum penyebab hospital acquired pneumonia.

3.    Lobar dan Bronkopneumonia dikategorikan berdasarkan lokasi anatomi infeksi. Sekarang ini pneumonia diklasifikasikan menurut organisme, bukan hanya menurut lokasi anatominya saja.

4.    Pneumonia viral, bakterial dan fungi dikategorikan berdasarkan pada agen penyebabnya, kultur sensifitas dilakukan untuk mengidentifikasikan organisme perusak.

ETIOLOGI PNEUMONIA

1.    Bakteri 
Pneumonia bakteri biasanya didapatkan pada usia lanjut. Organisme gram posifif seperti : Steptococcus pneumonia, S. aerous, dan streptococcus pyogenesis. Bakteri gram negatif seperti Haemophilus influenza, klebsiella pneumonia dan P. Aeruginosa.

2.    Virus 
Disebabkan oleh virus influensa yang menyebar melalui transmisi droplet. Cytomegalovirus dalam hal ini dikenal sebagai penyebab utama pneumonia virus.

3.    Jamur 
Infeksi yang disebabkan jamur seperti histoplasmosis menyebar melalui penghirupan udara yang mengandung spora dan biasanya ditemukan pada kotoran burung, tanah serta kompos.

4.    Protozoa 
Menimbulkan terjadinya Pneumocystis carinii pneumonia (CPC). Biasanya menjangkiti pasien yang mengalami immunosupresi. (Reeves, 2001)

PATHWAYS PNEUMONIA

(File di Daftar Download) 

 

MANIFESTASI KLINIS PNEUMONIA

Manifestasi klinis dari bronkopneumonia adalah antara lain:

1.    Kesulitan dan sakit pada saat pernafasan

1.    Nyeri pleuritik

2.    Nafas dangkal dan mendengkur

3.    Takipnea

2.    Bunyi nafas di atas area yang menglami konsolidasi

1.    Mengecil, kemudian menjadi hilang

2.    Krekels, ronki, egofoni

3.    Gerakan dada tidak simetris

4.    Menggigil dan demam 38,8 ° C sampai 41,1°C, delirium

5.    Diaforesis

6.    Anoreksia

7.    Malaise

8.    Batuk kental, produktif

1.    Sputum kuning kehijauan kemudian berubah menjadi kemerahan atau berkarat

9.    Gelisah

10.  Cyanosis

1.    Area sirkumoral

2.    Dasar kuku kebiruan

11.  Masalah-masalah psikososial : disorientasi, ansietas, takut mati

PEMERIKSAAN PENUNJANG PNEUMONIA

1.    Sinar x : mengidentifikasi distribusi struktural; dapat juga menyatakan abses luas/infiltrat, empiema(stapilococcus); infiltrasi menyebar atau terlokalisasi (bakterial); atau penyebaran /perluasan infiltrat nodul (virus). Pneumonia mikoplasma sinar x dada mungkin bersih.

2.    Analisa Gas Darah (Analisa Gas Darah) : tidak normal mungkin terjadi, tergantung pada luas paru yang terlibat dan penyakit paru yang ada.

3.    Pemeriksaan gram/kultur sputum dan darah : diambil dengan biopsi jarum, aspirasi transtrakeal, bronkoskopifiberotik atau biopsi pembukaan paru untuk mengatasi organisme penyebab.

4.    JDL : leukositosis biasanya ada, meski sel darah putih rendah terjadi pada infeksi virus, kondisi tekanan imun memungkinkan berkembangnya pneumonia bakterial.

5.    Pemeriksaan serologi : titer virus atu legionella, aglutinin dingin.

6.    LED : meningkat

7.    Pemeriksaan fungsi paru : volume ungkin menurun (kongesti dan kolaps alveolar); tekanan jalan nafas mungkin meningkat dan komplain menurun, hipoksemia.

8.    Elektrolit : natrium dan klorida mungkin rendah

9.    Bilirubin : mungkin meningkat

10.  Aspirasi perkutan/biopsi jaringan paru terbuka :menyatakan intranuklear tipikal dan keterlibatan sitoplasmik(CMV) (Doenges, 1999)

PENATALAKSANAAN PNEUMONIA

1.    Kemoterapi 
Pemberian kemoterapi harus berdasarkan pentunjuk penemuan kuman penyebab infeksi (hasil kultur sputum dan tes sensitivitas kuman terhadap antibodi). Bila penyakitnya ringan antibiotik diberikan secara oral, sedangkan bila berat diberikan secara parenteral. Apabila terdapat penurunan fungsi ginjal akibat proses penuaan, maka harus diingat kemungkinan penggunaan antibiotik tertentu perlu penyesuaian dosis (Harasawa, 1989).

2.    Pengobatan Umum

1.    Terapi Oksigen

2.    Hidrasi 
Bila ringan hidrasi oral, tetapi jika berat hidrasi dilakukan secara parenteral

3.    Fisioterapi 
Penderita perlu tirah baring dan posisi penderita perlu diubah-ubah untuk menghindari pneumonia hipografik, kelemahan dan dekubitus.

PENGKAJIAN DATA PNEUMONIA

1.    Aktivitas / istirahat

1.    Gejala : kelemahan, kelelahan, insomnia

2.    Tanda : Letargi, penurunan toleransi terhadap aktivitas

2.    Sirkulasi

1.    Gejala : riwayat gagal jantung kronis

2.    Tanda : takikardi, penampilan keperanan atau pucat

3.    Integritas Ego

1.    Gejala : banyak stressor, masalah finansial

4.    Makanan / Cairan

1.    Gejala : kehilangan nafsu makan, mual / muntah, riwayat DM

2.    Tanda : distensi abdomen, hiperaktif bunyi usus, kulit kering dengan turgor buruk, penampilan malnutrusi

5.    Neurosensori

1.    Gejala : sakit kepala bagian frontal

2.    Tanda : perubahan mental

6.    Nyeri / Kenyamanan

1.    Gejala : sakit kepala, nyeri dada meningkat dan batuk, myalgia, atralgia

7.    Pernafasan

1.    Gejala : riwayat PPOM, merokok sigaret, takipnea, dispnea, pernafasan dangkal, penggunaan otot aksesori, pelebaran nasal

2.    Tanda : sputum ; merah muda, berkarat atau purulen

3.    Perkusi ; pekak diatas area yang konsolidasi, gesekan friksi pleural

4.    Bunyi nafas : menurun atau tak ada di atas area yang terlibat atau nafas Bronkial

5.    Framitus : taktil dan vokal meningkat dengan konsolidasi

6.    Warna : pucat atau sianosis bibir / kuku

8.    Keamanan

1.